Jum'at Akhir

31 Januari 2025

Rabu Ied

10 April 2024

Minggu Lilo

09 Februari 2025

Free Day 310716

02 Agustus 2016

07 September 2019

Minggu Ketawang

19 Juni 2022

15 Januari 2023

26 Agustus 2026

Rabu Karnaval

Hari ini bocil kembali punya agenda sekolah yang cukup seru. Kali ini bukan belajar di kelas, bukan upacara, dan bukan pula sekadar olahraga pagi. Bocil ikut karnaval tingkat SD yang digelar di sekitar Alun-Alun Kutoarjo.

Acara seperti ini memang selalu punya daya tarik sendiri. Bukan cuma anak-anak yang antusias, orang tua dan warga sekitar pun ikut tumplek blek menikmati berbagai penampilan. Pesertanya juga beragam. Ada yang memakai pakaian adat, ndolalak, drum band, berbagai macam profesi, dan tentu saja masih banyak tema lainnya.

Sementara bocil sendiri mendapat jatah memakai pakaian adat dari salah satu daerah di Kalimantan. Pakaian tersebut sudah dipinjamkan oleh sekolah beberapa hari sebelumnya, jadi tinggal menunggu hari pelaksanaan.

Sekitar pukul 12.00, para siswa mulai berkumpul di sekolah. Setelah semua peserta siap dengan kostum masing-masing, rombongan kemudian berangkat menuju titik kumpul di Alun-Alun Kutoarjo.

Untuk keberangkatan, bocil dikawal emak naik sepeda motor. Saya sendiri menyusul belakangan. Namanya juga bapak-bapak, bagian paling strategis kadang memang datang belakangan. 😁

Sekitar pukul 13.00, karnaval mulai berjalan. Saya menyusul ke Alun-Alun Kutoarjo menggunakan sepeda motor. Sesampainya di sana, motor diparkir di sebelah selatan alun-alun. Setelah itu tinggal mencari spot yang enak untuk menonton.

Setelah melihat-lihat situasi, akhirnya saya memilih posisi di sebelah timur alun-alun. Menurut saya, lokasi tersebut lumayan nyaman. Tidak terlalu mepet dengan kerumunan, tetapi masih cukup jelas untuk melihat rombongan yang lewat meskipun lumayan panas. Dan yang paling penting, saya bisa memantau kapan rombongan bocil mulai jalan.

Begitu rombongan bocil mulai berjalan mengikuti rute karnaval, emak bocil kemudian meninggalkan titik kumpul. Tugas pun berganti. 😂

Saya tetap berada di lokasi untuk menunggu sampai rombongan bocil menyelesaikan rute dan finish. Sambil menunggu, ya daripada berdiri terus, akhirnya duduk-duduk menikmati suasana.

Karnaval memang paling enak dinikmati santai. Di satu sisi melihat anak-anak berbaris, di sisi lain orang tua sibuk mencari posisi terbaik untuk mengabadikan momen. Karena lumayan lama menunggu rombongan sampai finish, akhirnya saya beli kopi Rp 4.000. Tidak perlu kopi kekinian dengan topping macam-macam. Kopi hitam sederhana sudah cukup untuk menemani nonton karnaval. Sambil menyeruput kopi, tinggal menikmati suasana Alun-Alun Kutoarjo yang semakin ramai.

Kadang kebahagiaan memang sederhana. Anak ikut acara, bapaknya dapat tempat duduk, lalu ada kopi dan udud. 😄

Setelah rombongan bocil menyelesaikan rute karnaval dan sampai di titik akhir, anak-anak kemudian makan. Di lokasi juga terlihat beberapa fotografer yang sudah mengabadikan berbagai momen selama acara berlangsung. Menariknya, foto-foto tersebut ternyata sudah dicetak. Ukurannya kurang lebih sebesar buku tulis, sehingga cukup enak kalau mau disimpan sebagai dokumentasi.

Bagi yang berminat, foto tersebut bisa diambil dengan membayar Rp15.000. Jadi selain foto dari HP orang tua, ada juga opsi mendapatkan foto cetakan yang langsung bisa dibawa pulang.

Setelah acara selesai, ternyata bocil ingin pulang bersama teman-temannya. Rombongan memang pulang menggunakan minibus. Karena begitu, saya akhirnya memilih pulang dulu dan menunggu di sekolah. Daripada ikut menunggu di alun-alun, lebih nyaman pulang dulu.

Sekitar pukul 16.30, bus yang membawa rombongan siswa akhirnya tiba di sekolah. Satu per satu anak-anak turun dari bus. Setelah semuanya beres, bocil pun akhirnya pulang. Selesai sudah agenda karnaval hari itu.

Dari siang mulai bersiap, memakai pakaian adat Kalimantan, berkumpul di alun-alun, melihat berbagai macam penampilan peserta, sampai menikmati kopi hitam Rp4.000 sambil menunggu rombongan finish. Tidak ada kejadian spektakuler. Tidak ada perjalanan jauh. Tapi justru cerita sederhana seperti ini yang menarik untuk disimpan.

Karena suatu saat nanti, ketika bocil sudah besar, mungkin cerita tentang karnaval SD tanggal 26 Agustus 2026 ini bakal terasa jauh lebih berharga daripada sekadar foto di galeri HP.

Bocil mungkin lupa detail acaranya. Tapi semoga cerita kecilnya tetap ada. ❤️

16 Agustus 2026

Minggu 81

Malam ini warga RT 01 RW 06, Kelurahan Semawung Kembaran, turut memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan mengikuti kegiatan tirakatan sekaligus tasyakuran gudang RT.

Kegiatan dilaksanakan di Lapangan Mbah Palang pada Minggu malam, 16 Agustus 2026. Acara dimulai sekitar pukul 19.30 WIB dan selesai kurang lebih pukul 21.30 WIB. Acara diawali dengan sambutan dari Ketua RT. Selanjutnya, warga bersama-sama melaksanakan pembacaan Yasin dan tahlil yang ditujukan untuk mendoakan para pahlawan kemerdekaan serta para warga yang telah meninggal dunia.


Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan uraian singkat dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan serta kebersamaan warga.

‎Suasana semakin hangat ketika warga kemudian menyantap hidangan yang telah disiapkan bersama. Kegiatan berlangsung sederhana, tetapi penuh rasa kekeluargaan dan kebersamaan.

‎Acara kemudian ditutup sekitar pukul 21.30 WIB. Selain menjadi bagian dari peringatan HUT RI ke-81, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kekompakan warga RT 1 RW 6 Semawung Kembaran.

‎Semoga semangat kebersamaan dan gotong royong antarwarga terus terjaga, serta kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan dapat terus kita syukuri dan isi dengan hal-hal yang positif.

08 Agustus 2026

Sabtu Kawedanan

 

‎Hari ini bocil ikut lomba gerak jalan di Kawedanan Kutoarjo. Karena katanya pulang sebelum dhuhur, saya sebenarnya tidak terlalu kepikiran untuk datang melihat. Toh, paling nanti juga sudah selesai.
‎Tapi kemudian emak bocil memberi komando untuk nengok ke sana.
‎Ya sudah, berangkatlah saya ke Kawedanan. Namanya juga disuruh emak bocil, siapa tahu masih sempat melihat suasana lombanya atau bocilnya belum pulang.
‎Begitu sampai…
‎Lha kok sudah sepi? 😅
‎Suasana yang tadi mungkin ramai anak-anak dan peserta gerak jalan, sekarang sudah hampir tidak menyisakan apa-apa. Orang-orang sudah bubar, rombongan sudah tidak kelihatan.
‎Saya pun akhirnya cuma bisa bilang dalam hati, “Ya sudah, mau lihat siapa lagi?”
‎Daripada kelamaan di sana sendirian, akhirnya saya pulang.
‎Dan ternyata sesampainya di rumah…
‎Sepeda bocil sudah ada. 😂
‎Bocil ternyata sudah pulang lebih dulu.


‎Jadi ceritanya begini, bocil berangkat ikut gerak jalan, paling pulang sebelum dhuhur, sementara bapaknya malah berangkat ke Kawedanan setelah mendapat WA dari emaknya.
‎Hasil akhirnya?
‎Bocil sudah sampai rumah, bapaknya baru sampai Kawedanan. 🤣
‎Memang kadang begitulah. Niatnya mau nengok anak ikut lomba, malah dapat pengalaman datang terlambat dan melihat Kawedanan yang sudah sepi.
‎Tapi tidak apa-apa. Hari ini tetap jadi cerita kecil yang mungkin suatu saat akan dikenang.
‎Bukan karena saya sempat melihat bocil berjalan dalam barisan…
‎Tapi karena bapaknya malah datang setelah acaranya selesai. 😄


02 Agustus 2026

Minggu Umbul

Minggu pagi menjadi waktu yang tepat bagi warga untuk berkumpul dalam kegiatan kerja bakti menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81. Sejak pagi, warga berdatangan membawa peralatan masing-masing dengan satu tujuan yang sama, mempercantik lingkungan sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan.

Fokus utama kerja bakti kali ini adalah memasang umbul-umbul di sepanjang jalan lingkungan sebagai simbol semarak perayaan kemerdekaan. Selain itu, warga juga membersihkan ruas jalan dari sampah, rumput liar, hingga memangkas ranting-ranting pohon yang menjulur ke badan jalan. Beberapa pohon yang dinilai berpotensi menggangu keselamatan pengguna jalan pun turut ditebang agar akses menjadi lebih aman dan nyaman.

Suasana gotong royong terasa begitu hidup. Tidak ada sekat usia maupun profesi, semua bekerja bersama sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang mengangkat bambu, memasang umbul-umbul, menyapu jalan, memotong ranting, hingga membersihkan sisa-sisa hasil pemangkasan.

Di sela-sela aktivitas, pengurus RT telah menyiapkan kopi hangat, gorengan, dan rokok sebagai teman beristirahat. Momen sederhana seperti ini justru menjadi ruang untuk bercengkerama, bertukar cerita, dan mempererat hubungan antarwarga.

Menjelang siang, kebersamaan itu semakin terasa ketika salah seorang warga secara sukarela menyediakan tambahan kopi, air putih, serta aneka camilan. Gestur sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong tidak hanya hadir melalui tenaga, tetapi juga melalui kepedulian dan keikhlasan untuk saling berbagi.

Kerja bakti bukan sekadar membersihkan lingkungan atau memasang atribut peringatan kemerdekaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi cerminan nilai-nilai yang sejak lama menjadi kekuatan masyarakat Indonesia, gotong royong, kepedulian, dan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.

Semoga semangat kebersamaan seperti ini terus terjaga, tidak hanya menjelang peringatan HUT RI, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, lingkungan yang bersih dan nyaman selalu berawal dari warga yang peduli dan mau bergerak bersama.







Rabu Inauguration

Kalender


Tentang Saya

Blog Archive

Translate

Post Populer