Siang itu, bocil telah bersiap dengan topi, kursi portable dan tripod kesayangannya yang digendong penuh semangat. Dengan wajah antusias, ia terus merengek mengajak berburu kereta di JPL 603 Andong. Sebotol minuman dingin turut dibawa sebagai penawar terik, meski hawa panas di lokasi tetap terasa menyengat kulit.
Sesampainya di perlintasan, kami lebih dulu meminta izin kepada petugas JPL untuk menyaksikan lalu lintas kereta dari sisi yang aman. Suasana sederhana itu justru menghadirkan kebahagiaan yang sulit dijelaskan, menunggu deru lokomotif melintas, mendengar suara klakson dari kejauhan, hingga melihat mata kecilnya berbinar setiap kali rangkaian kereta muncul di tikungan.
Menjelang pukul 15.00 WIB, kami pun pulang.




