Secangkir kopi masih menemani di rumah ketika si bocil sudah sibuk memakai hoodie favorit, topi kecilnya, serta tripod yang selalu dibawa setiap kali berburu kereta. Tanpa banyak basa-basi, ia langsung mengajak berangkat menuju jalur rel di Kutoarjo, tepat di bawah pohon asem yang membuat suasana terasa teduh meski udara cukup panas.
Bekal minuman dingin tak lupa dibawa, menjadi teman setia menunggu deru lokomotif melintas. Dari kejauhan, suara klakson kereta mulai terdengar, perlahan mendekat. Bocil pun berdiri antusias di tepi aman perlintasan, melambaikan tangan kecilnya ke arah masinis yang melintas.
Momen sederhana itu terasa semakin berkesan ketika beberapa masinis membalas sapaan dengan klakson maupun lambaian tangan dari kabin. Hal kecil yang mungkin singkat, tetapi mampu menghadirkan kebahagiaan panjang bagi seorang anak kecil pecinta kereta.
Di bawah pohon asem, sore itu bukan sekadar tentang menunggu kereta lewat. Ada tawa kecil dan kenangan sederhana yang kelak akan selalu menyenangkan untuk diceritakan kembali.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar